Saturday, July 22, 2017

Legenda Jersey Devil


Dalam cerita rakyat New Jersey, Jersey devil adalah makhluk legendaris yang kabarnya menghuni wilayah Pine Barrens, Selatan New Jersey, Amerika Serikat. Makhluk ini kabarnya menghantui daerah tersebut, dan terkadang menyerang hewan ternak milik warga, bahkan dapat mengambil seorang anak kecil di malam hari.


Jersey Devil sering digambarkan sebagai makhluk bipedal (berkaki dua) terbang, berkepala kambing, sayap seperti kelelawar, bertanduk, memiliki kuku, berlengan kecil dengan tangan bercakar dan ekor bercabang. 


Makhluk ini juga dapat bergerak dengan cepat, dan mengeluarkan suara jeritan yang menakutkan. Gambaran umumnya, makhluk ini terlihat seperti kangguru bersayap atau seekor naga.


Asal usul legenda Jersey Devil ini memiliki versi yang beragam. Namun, tidak ada yang tahu pasti, kisah sebenarnya yang memulai legenda ini.

Salah satu legenda menyebutkan, setelah mengetahui dirinya hamil lagi, Nyonya Shrouds yang berasal dari Leeds Point, New Jersey, berharap anak ini akan menjadi iblis. 


Suatu hari ketika anak itu lahir, ternyata anak itu lahir dalam keadaan cacat. Anak ini pun disembunyikan dari publik oleh ibunya. Namun, pada malam hari yang disertai dengan badai, anak itu mulai mengepakkan kedua tangannya, yang tiba-tiba berubah menjadi sayap dan langsung terbang keluar rumah melalui cerobong asap. 

Anak itu pun tidak pernah terlihat lagi oleh keluarganya.

Sekelompok kecil orang percaya bahwa legenda ini bermula ketika Nyonya Leeds melahirkan seorang anak cacat yang dia kurung di dalam rumahnya. 


Suatu hari Nyonya Leeds jatuh sakit dan tidak bisa lagi memberi makan anaknya. Karena sangat kelaparan, anak tersebut kabur dari rumah itu, dan langsung pergi ke peternakan lokal untuk mencari makanan. 

Meskipun ini menjelaskan tentang hasil pertanian yang telah dirampas, hal ini tidak menjelaskan masalah umur dari Jersey Devil yang berumur sangat lama, dan juga tidak dapat menjelaskan tentang makhluk itu bisa terbang.

Sementara yang lainnya mengatakan bahwa kelahiran Jersey Devil adalah hukuman dari Tuhan atas penganiayaan seorang menteri lokal oleh penduduk Leeds. 


Namun, kisah paling populer mengenai asal usul Jersey Devil adalah cerita tentang Nyonya Leeds yang melahirkan anak ketiga belasnya. Kisah ini bermula ketika Nyonya Leeds baru saja mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung anak ke-13. 

Dia mengeluh kepada teman dan kerabatnya bahwa "Iblis dapat mengambil yang berikutnya".


Pada tahun 1735, sebuah badai terlihat mengamuk di malam hari. Pada saat itu pula Nyonya Leeds di bawa ke tempat tidur untuk melahirkan anaknya. Ruangan itu penuh dengan wanita yang berkumpul untuk membantunya. 


Mereka semua pernah mendengar kabar bahwa Nyonya Leeds terlibat dalam sihir, dan telah bersumpah akan melahirkan sosok Iblis.

Ruangan itu pun mendadak menjadi tegang saat akhirnya bayi tersebut berhasil keluar dari ibunya, dan hal itu sangat melegakan. 


Awalnya bayi itu lahir dalam keadaan normal seperti pada bayi umumnya, namun beberapa saat kemudian, bayi itu mulai menunjukan perubahan. 

Tiba-tiba saja ruangan itu penuh dengan jeritan saat anak itu tumbuh sangat cepat, bahkan sudah melebihi tinggi seorang pria dewasa, dan berubah menjadi makhluk berkepala kuda, bertubuh seperti ular, bersayap kelelawar, dengan ekor panjang yang bercabang.

Tempat kelahiran Jersey Devil

Makhluk itu mulai memukul semua wanita, termasuk ibunya yang berada di ruangan tersebut dengan ekornya yang tebal dan bercabang. 
Dengan suara teriakan keras, makhluk itu terbang melalui cerobong asap dan lenyap dalam kegelapan malam. 

Saat itulah makhluk itu disebut sebagai Jersey Devil, yang mulai menghantui dan meneror kawasan Pine Barrens.

Sebenarnya Jersey Devil ini memiliki dua versi : versi cerita rakyat dan versi modern. 


Dalam versi cerita rakyat, Jersey Devil dideskripsikan sebagai makhluk berkepala kuda, memiliki kuku, berekor panjang dan sayap mirip kelelawar. 

Secara keseluruhan, makhluk itu menyerupai seekor kangguru atau sosok Naga. 

Sedangkan untuk versi modern, digambarkan sebagai humanoid berbulu kusut dengan kepala rusa dan mata merah menyala.

Seiring dengan menyebarnya kisah Jersey Devil ini, bahkan membuat pria dewasa pun enggan keluar pada malam hari. 


Kabarnya Iblis ini akan membawa dan membunuh hewan ternak, anjing, kucing, bahkan seorang anak kecil pun akan di bawa olehnya. 

Pada tahun 1740, penduduk yang ketakutan meminta seorang menteri lokal untuk mengusir makhluk itu, namun Iblis itu selalu kembali ke Pine Barrens.

Legenda mencatat bahwa angkatan laut Commodore, Stephen Decatur datang mengunjungi Hanover Mill Works pada tahun 1800 untuk menguji Cannonballs miliknya. 


Suatu hari ketika berada di lokasi penembakan, dia melihat makhluk aneh bersayap terbang di atas kepalanya. Dia lalu mencoba menembaki monster itu, beberapa orang mengatakan bahwa tembakannya berhasil mengenainya, namun tembakan itu tidak membuatnya jatuh.

Stephen Decatur

Penampakan kedua terjadi beberapa tahun berikutnya, oleh Joseph Bonaparte (kakak laki-laki Napoleon) di sebuah rumah di dekat Bordetown sekitar tahun 1820.

Di sore hari yang bersalju, Joseph Bonaparte sedang berburu sendirian di hutan dekat rumahnya, saat itulah dia melihat beberapa jejak aneh di tanah. 


Jejaknya tampak seperti jejak seekor keledai berkaki dua. Dia menyadari bahwa satu kakinya sedikit lebih besar daripada jejak kaki yang lain, lalu jejak itu terhenti, seolah makhluk itu telah terbang menjauh. 

Joseph menatap jejak itu dalam waktu lama, sambil mencoba mencari tahu binatang aneh apakah yang menyebabkan jejak kaki seperti ini.

Joseph Bonaparte

Pada saat itu, Joseph mendengar suara mendesis yang aneh. Dia berbalik dan langsung berhadapan dengan makhluk besar bersayap dengan kepala mirip kuda dan kaki seperti burung. 


Dengan perasaan kaget dan ketakutan, dia hanya diam dan menatap makhluk itu, sampai-sampai dia lupa bahwa dia membawa sebuah senapan, yang bisa dia gunakan untuk menembaknya. 

Selama beberapa saat, keduanya dalam keadaan tidak bergerak. Lalu makhluk aneh itu mendesis kepadanya, mengepakkan sayapnya dan terbang menjauh.


Pada tahun 1840, seorang menteri memperingatkan warganya bahwa Iblis akan kembali meneror wilayah itu sekali lagi. 


Beberapa penduduk di seluruh South Jersey mengunci pintu mereka dan menggantungkan lentera di ambang pintunya, dengan harapan bisa mencegah makhluk itu datang ke rumah mereka.

Selama tahun 1840, beberapa laporan tentang hewan terbunuh, disertai dengan munculnya jejak kaki aneh dan teriakan misterius, mulai dilaporakan oleh penduduk setempat. Semua itu diduga berasal dari ulah Iblis yang meneror kembali wilayah itu. 


Serangan serupa juga dilaporkan terjadi pada tahun 1841.

Ilustrasi munculnya jejak kaki Jersey Devil

Sekitar tahun 1859 sampai 1894, Jersey Devil terlihat beberapa kali dan diduga membawa sejumlah hewan ternak di daerah Haddonfield, Bridgeton, Smithville, Brigantine dan khususnya di Leeds Point. 


Penampakan terakhir sebelum pergantian abad, dilaporkan oleh seorang pengusaha terkemuka bernama George Saarosy, saat melakukan perjalanan di New Jersey.

Kemudian pada tahun 1909, kabarnya Iblis ini telah kembali dan ribuan orang mengaku telah melihat monster itu beserta dengan jejak kakinya. Hal itu membuat penduduk semakin dilanda ketakutan, bahkan sekolah pun ditutup dan orang-orang menolak untuk pergi keluar.

Seorang perwira polisi bernama James Sackville melihat monster itu sedang berjalan di malam hari. Sackville berada di sebuah gang gelap saat makhluk bersayap itu melompat ke jalan dan mengeluarkan jeritan mengerikan. 


Dia lalu mengeluarkan revolver miliknya dan menembaki makhluk itu, namun makhluk itu langsungmembentangkan sayapnya, lalu terbang ke udara dan menghilang.


E. W. Minster, kepala pos Bristol, Pennsylvania, yang berada di perbatasan New Jersey, mengatakan bahwa dia terbangun sekitar pukul 2 pagi dan mendengar suara menakutkan yang datang dari arah sungai Delaware. 


Dia melihat ke luar jendela dan melihat sesuatu yang terbang diagonal dengan memancarkan cahaya yang aneh. Makhluk itu memiliki leher panjang, sayap tipis, kaki belakang panjang, sedangkan kaki yang lebih pendek di bagian depan. Makhluk itu kemudian menghilang dalam kegelapan.

Pada 16 Januari 1909, Thack Cozzens dari Woodbury, melaporkan melihat makhluk terbang dengan mata berbinar sedang terbang di jalan. Sementara itu, John Mcowen berada di Bristol saat mendengar dan melihat makhluk itu berada di tepi terowongan.

Menteri Bristol juga melaporkan penampakan makhluk berkepala kuda yang mengeluarkan suara jeritan mengerikan.

Pada tahun 1909, penduduk Bristol menemukan cetakan kaki atau jejak kaki aneh di salju, dua penduduk lokal yang memeriksanya mengaku bahwa mereka belum pernah melihat jejak seperti ini sebelumnya. 


Lowdens dari Burlington juga menemukan jejak cetakan kuku di halaman mereka. Hampir setiap halaman di Burlington memiliki jejak kaki aneh di sekitarnya. Jejak itu muncul pada sebuah pohon, lalu ke atap rumah, lenyap di tengah jalan dan berhenti di tengah lapangan terbuka. 

Jejak kaki yang sama juga ditemukan di sekitar Rancocas, Hedding, Columbus dan Rancocas. Sebuah perburuan dibuat untuk mengikuti jejak ini, tapi anjing-anjingnya menolak untuk mengikuti jejak tersebut.




Pada tahun 1909 di bulan yang sama, Tuan dan Nyonya Nelson Evans dari Gloucester, terbangunkan oleh suara aneh dari gudang mereka. Setelah melihat keluar, Mr Nelson menyaksikan apa yang dia klaim sebagai Jersey Devil selama kurang lebih sepuluh menit. 


Dia menggambarkan makhluk yang dilihatnya sebagai makhluk setinggi kira-kira satu meter, kepala seperti anjing Collie, dan wajah seperti kuda. Makhluk itu memiliki leher yang panjang, sayap selebar 60 cm, memiliki cakar pada kaki depannya dan kaki belakangnya tipis seperti kaki burung bangau dengan kuku kuda. 

Makhluk itu berjalan dengan kaki belakangnya dan mengangkat kedua kaki depannya. Mereka berdua merasa ketakutan, namun Tuan Nelson berhasil membuka jendela dan meneriakinya. Makhluk itu sempat mengeluarkan suara ke arahnya, sebelum terbang menjauh.


Tidak lama setelah penampakan itu, dua pemburu profesional ikut melacak Jersey Devil di 20 mil Gloucester, mereka sempat melihat jejak makhluk itu pada sebuah pagar, namun tidak berhasil menemukanya. 


Pada hari yang sama, sekelompok orang di Camden, menyaksikan Jersey Devil. Makhluk ini mengeluarkan suara kepada mereka sebelum terbang ke udara.

Keesokan harinya, seorang perwira polisi Burlington dan seorang pendeta bernama John Pursell dari Pemberton, berhasil menyaksikan Jersey Devil. John Pursell mengatakan bahwa dia tidak pernah melihat yang seperti ini sebelumnya.

Di Trenton, anggota dewan, F.P. Weeden mendengar kepakan sayap keluar dari rumahnya. Setelah diperiksa, dia menemukan jejak kuku aneh yang tercetak di luar pintunya. 


Seiring berjalan waktu, penduduk di New Brunswick dan Trenton mempersenjatai diri mereka untuk menangkal jika terjadi serangan secara tiba-tiba. Orang-orang memenuhi gereja setempat, dan para petani di lembah Delaware menemukan ayam mereka mati berserakan di halaman mereka.

Pemadam kebakaran di West Collingswood dikabarkan berhasil menembakkan selang mereka pada makhluk itu, namun pada akhirnya makhluk itu selalu berhasil melarikan diri.

Pada siang hari di minggu yang sama, Mrs. J. H. White sedang berada di halamannya dan melihat makhluk aneh yang meringkuk di sudut halaman rumahnya. 


Dia kemudian menjerit dan langsung pingsan, suaminya lalu bergegas keluar melalui pintu belakang dan menemukan istrinya terbaring di tanah. Dia melihat makhluk itu berada di dekatnya, dia mengejarnya dengan tali jemuran, lalu melompati pagar, namun makhluk itu sudah terlebih dahulu lenyap.

Penyerangan berikutnya, makhluk ini menyerang seekor anjing, lebih tepatnya anjing milik Mrs. Mary Sorbinski di Camden Selatan. 


Ketika dia mendengar suara keributan di halaman belakang rumahya, dengan segera Sorbinski berlari keluar dan mengetahui bahwa Jersey Devil sedang menggenggam anjing miliknya. 

Dia lalu mencoba mengusir makhluk itu menggunakan sapu, sampai akhirnya makhluk itu menjatuhkan anjing peliharaanya dan melarikan diri dengan terbang di kegelapan malam. 

Mendengar jeritan wanita tersebut, tetangganya memanggil polisi. Dua petugas kepolisian tiba di rumah Sorbinski, dengan lebih dari 100 orang berkumpul di sekitar rumahnya.

Berbagai laporan penampakan saksi mata kemudian mengisi koran-koran media setempat. 


Dikabarkan juga kebun binatang Philadelphia menawarkan hadiah sebesar $ 10.000 bagi siapapun yang berhasil menangkap makhluk itu. Penawaran tersebut mendorong beberapa orang untuk melakukan tipuan, salah satunya membawa seekor kangguru yang diberi sayap buatan.


Di Greenwich selama bulan Desember 1925, seorang petani lokal menembak seekor binatang tak dikenal, saat binatang itu berusaha mencuri ayamnya. Dia lalu memotret mayat itu, namun dari 100 orang yang melihat mayat itu, tidak ada satupun yang dapat mengidentifikasikannya.

Pada tahun 1927, seorang supir taksi sedang mengganti ban pada suatu malam saat menuju Salem. Dia baru saja selesai, saat mobilnya bergetar dengan hebat. Dia melihat ke bagian atas mobilnya dan melihat sosok raksasa bersayap berada di atap mobilnya. Dengan cepat dia masuk ke dalam mobil dan segera meninggalkan tempat tersebut. 


Dia melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian Salem.

Pada November 1930, seorang pemetik buah berry di Leeds Point dan Mays Landing melaporkan telah melihat makhluk itu di ladang, tengah memakan Bluberry dan Cranberry. Kemunculannya tidak lama, karena setelah itu dia lenyap kembali.

Pada tahun 1933, seorang ranger hutan bernama John Irwin sedang mengemudi di sepanjang Sungai Mullica di Selatan New Jersey. Dia terkejut ketika melihat jalan di depannya terhalang oleh sosok Jersey Devil. 


Dia menggambarkannya sebagai makhluk setinggi hampir 2 meter dengan tanduk dan bulu hitam yang kusut. Dia dan makhluk itu saling terdiam selama beberapa menit, sebelum makhluk itu berbalik dan berlari ke dalam hutan.


Pada tahun 1934, seekor Phantom Kangaroo dilaporkan terlihat oleh beberapa saksi selama periode lima hari di dekat South Pittsburg, Tennessee. 


Hewan ini telah membunuh dan memakan beberapa hewan, termasuk bebek, angsa, anjing polisi jerman dan anjing lainnya. 

Seorang saksi menggambarkan binatang itu seperti kangguru besar yang berlari dan melompat melintasi daerah lapang. Sebuah tim pencari yang mengikuti jejak binatang itu menuntun mereka ke sebuah gua di daerah pegunungan.


Pada tanggal 27 Juli 1937, bintang tidak dikenal dengan mata merah yang dilihat oleh penduduk Downington, Pennsylvania, dikaitkan dengan sosok Jersey Devil oleh seorang reoprter buletin Pennsylvania pada hari berikutnya.


Pada tahun 1951, sekelompok anak-anak mengaku telah melihat monster yang sesuai dengan yang deskripsi Jersey Devil.

Pada tahun 1953, Phillip Smith melaporkan bahwa dirinya melihat Jersey Devil sedang berjalan menyusuri jalan.

Sebuah mayat yang diklaim sesuai dengan deskripsi Jersey Devil muncul pada tahun 1957.


Pada tahun 1960, sebuah suara yang diklaim berasall dari Jersey Devil terdengar di dekat Mays Landing. Pejabat negara mencoba menenangkan warga yang merasa takut, namun tidak ada yang bisa menjelaskan asal dari suara aneh tersebut.

Polisi kemudian memasang sebuah tanda dan poster yang menyatakan bahwa Jersey Devil adalah tipuan. Tapi, hal itu justru membuat beberapa orang dengan rasa ingin tahu yang tinggi, datang membanjiri wilayah itu.


Harry Hunt, selaku pemilik Hunt Brothers Circus, menawarkan hadiah sebesar $ 100.000 untuk seseorang yang berhasil menangkap makhluk itu, dengan harapan bisa menjadi salah satu atraksi dalam sirkus miliknya. Namun pada akhirnya makhluk itu tidak pernah ditangkap.

Pada tahun 1961, beberapa orang memarkirkan mobil mereka di sepanjang jalan Pine Barrens, ketika mereka mendengar suara melengking dari arah luar. 


Dalam sekejap, tiba-tiba atap mobil mereka pecah dan suara melengking itu terdengar berasal tepat di atas mereka. Mereka pun melarikan diri dari tempat kejadian, namun kembali menyaksikan makhluk tak dikenal yang terbang di sepanjang garis pohon dengan membuat suara melengking yang sama.

Pada tahun 1966, Jersey Devil disalahkan atas kematian 31 ekor bebek, 3 ekor angsa, 4 kucing dan dua ekor anjing di sebuah peternakan lokal. Salah satu anjing itu adalah anjing shepard Jerman berukuran besar yang ditemukan dengan tenggorokan telah tercabik.

Pada tahun 1987, seekor anjing shepard Jerman lainnya ditemukan telah mati dengan tubuh telah terkoyak. Tubuhnya terletak 7 meter dari tempat anjing itu dirantai, dan penyebab kematian anjing ini tidak diketahui oleh siapa pun.

Penampakan Jersey Devil berlanjut pada tanggal 4 Maret 2002 di dekat Trenton, New Jersey, oleh beberapa saksi mata yang sedang berkemah di luar kota. 


Ketika sudah larut malam, salah satu dari mereka berusaha memadamkan api unggun. Saat itulah seseorang mendengar suara jeritan yang menurutnya sangat mengerikan, sampai-sampai menjatuhkan senter miliknya. 

 Jeritannya menyerupai seekor anjing yang terluka digabungkan dengan teriakan seorang wanita.

Tiba-tiba saja dari balik hutan muncul seekor makhluk mengerikan yang tidak terlihat seperti manusia, tapi penampilannya terlihat seperti Satir (mahluk setengah manusia dan setengah kambing) yang berjalan dengan dua kaki. 


Makhluk itu memiliki ekor panjang seperti naga, dan sayap seperti unicorn. Makhluk itu berjalan beberapa langkah mendekati mereka, namun salah satu saksi mata meneriakinya dan menyorotnya menggunakan senter, membuat makhluk itu langsung berbalik arah dan segera berlari ke arah semak-semak.


Pada tahun 2007, di Freehold New Jersey. Seorang wanita diduga telah melihat seekor makhluk besar dengan sayap mirip kelelawar di dekat rumahnya.

Pada bulan agustus di tahun yang sama, seorang pria muda dalam perjalanan pulang ke rumahnya yang terletak di dekat perbatasan Mount Laurel dan Moorestown, New Jersey, melaporkan penampakan yang sama. 


Dia melihat makhluk yang menyerupai seekor gargoyle (makhluk berpenampilan aneh dalam sejarah bangunan Eropa), dengan sayap seperti kelelawar besar sedang bertengger di pohon di dekat jalan.


Pada 23 Januari 2008, seorang penduduk setempat mengklaim telah melihat Jersey Devil tengah keluar dari atap gudang miliknya di Licthfield, Pennsylvania.

Pada 19 Januari 2009, seorang warga New Jersey sedang berkendara menuju Woodstown di malam hari dan melihat seekor makhluk terbang besar di depan mobilnya. 


Awalnya dia mengira itu adalah seekor rusa, jadi dia memberhentikan mobilnya, namun dia sadar bahwa makhluk terbang itu jauh lebih besar dari seekor rusa. 

Karena dalam kondisi malam yang gelap, membuat bentuk makhluk itu tidak terlihat dengan jelas. Pada akhirnya makhluk itu dengan cepat terbang melintasi jalan dan menghilang ke dalam hutan yang gelap.


Pada bulan September 2009, seorang pria muda sedang pulang ke rumahnya di Interstate 80, New Jersey. Dia mengklaim melihat makhluk berleher hitam, berambut panjang dengan ekor yang juga panjang, sedang berlari melintasi jalan, dan menghilang ke sisi lain jalan yang gelap.


Dalam dunia cryptozoology, Jersey Devil termasuk salah satu makhluk aneh, namun banyak peneliti yang memilih untuk mengabaikannya. 


Mereka berpendapat bahwa makhluk ini lebih ke hal supranatural daripada biologis. Seandainya dianggap sebagai spesies yang belum ditemukan, umumnnya makhluk ini akan diklasifikasikan sebagai sejenis pterodactyl yang masih hidup.


Beberapa ahli, seperti Profesor Bralhopf, percaya bahwa makhluk ini sebenarnya adalah spesies pterodactyl yang masih bertahan hidup. 


Pendukung teori ini percaya bahwa makhluk itu bisa bertahan hidup di dalam gua.

Beberapa cryptozoologist juga melakukan perbandingan antara Jersey Devil dengan makhluk cryptid lain. 


Salah satunya adalah laporan tentang kangguru phantom di Amerika Utara, yang telah berumur lebih dari seratus tahun. Hal ini dikarenakan bentuk Jersey Devil terkadang dilaporkan menyerupai seekor kangguru.


Penjelasan lain mengatakan bahwa Jersey Devil kemungkinan hanya kesalahan identifikasi dari kelelawar jenis Hypsignathus Monstrosus (Kelelawar berkepala palu/ Hammer-headed bat).


Mengingat deskripsi kepala Jersey Devil terlihat hampir mirip dengan bentuk kepala kelelawar ini, dan hewan ini juga mengeluarkan suara yang besar dan juga khas untuk memanggil betinanya.


Walaupun kelelawar jenis ini hanya bisa ditemukan di Afrika, bisa saja seseorang membawa spesies kelelawar ini untuk ditempatkan di kebun binatang wilayah daerah New Jersey, dan berhasil meloloskan diri, lalu menampakkan dirinya di daerah tersebut, atau kelelawar ini adalah hewan peliharaan seseorang yang berhasil kabur dari kandangnya.

Sementara itu, beberapa saksi mata yang menggambarkannya memiliki sayap yang besar, mungkin telah salah mengidentifikasikan sandhill crane. 


Dalam keadaan berdiri, burung ini dapat memiliki tinggi hingga 125cm, dengan lebar sayap sampai dua meter lebih, membuat hewan ini terlihat seperti kelelawar saat terbang.




Hewan ini kemungkinan disebut sebagai penyebab munculnya jejak kaki di tahun 1909. 


Pada tahun 1926, Alfred Heston mengatakan bahwa penduduk Salem menyebut makhluk yang muncul pada 1909 sebagai ostrich devil (unta iblis). 

Menurut MacFadden, dia mencatat bahwa sandhill crane sering dikaitkan dengan adanya laporan jejak kaki aneh di tahun tersebut.

Sandhill crane juga memiliki suara teriakan keras yang bisa didengar dari kejauhan. Hal ini bisa menjelaskan beberapa jeritan yang didengar oleh para saksi. Namun, hewan ini tidak dapat menjelaskan tentang terbunuhnya hewan ternak milik warga, karena sandhill crane termasuk hewan herbivora.

Tengkorak yang diduga milik Jersey Devil

Kerangka yang diduga milik Jersey Devil

Gordon Stein, dalam Encyclopedia of Hoaxes (1993) mencatat bahwa jejak kaki Jersey Devil pada tahun 1909, terlihat menyerupai kuku kuda. Menurutnya, seseorang telah memalsukan beberapa jejak kaki tersebut.

Jejak Jersey Devil Jejak kaki Kuda


Geoff Tibballs dalam The World's Greatest Hoaxes, mengklaim bahwa Norman Jeffries terlibat dalam usaha pemalsuan Jersey Devil.

Norman Jeffries adalah wartawan untuk Philadelphia's Arch Street Museum and renowned hoaxer. 


Ketika T. F. Hopkins, selaku pemilik museum sedang dalam bahaya penutupan, salah satu cara agar hal itu tidak terjadi adalah dengan menyuruh Norman Jeffries untuk menghasilkan sesuatu yang dapat meningkatkan kehadiran pengunjung. 

Mereka memutuskan bahwa Jersey Devil akan menjadi hal yang menarik bagi banyak orang.

Selama tahun 1909, Jeffries bersama dengan temannya yang juga seorang pelatih hewan bernama Jacob Hope, membeli seekor kangguru dari sirkus dan sengaja mewarnai hewan tersebut dengan cat hijau. 


Dia juga menempelkan cakar, bulu, tanduk dan sayap kelelawar palsu ke tubuhnya dengan menggunakan lem. Mereka mengumumkan kepada publik bahwa mereka telah menangkap makhluk itu, dan kemudian memajangnya di museum. 

Usaha penipuan ini baru diketahui oleh publik berselang dua puluh tahun kemudian.


Karena jejak kaki tersebut telah terbukti palsu, besar kemungkinannya jika Jersey Devil ini adalah seekor hewan. Bisa itu spesies baru dari sandhill crane ataupun spesies hewan baru yang belum diketahui dan belum teridentifikasi.

Beberapa Orang skeptis berpendapat bahwa penjelasan logis untuk Jersey Devil adalah bahwa kisah itu tidak lebih dari cerita yang dibuat-buat oleh pemukim inggris, yang takut pada daerah Pine Barrens, karena tempatnya yang terisolasi dan terpencil di Selatan New Jersey. 


Menurut mereka, beberapa bandit terkenal yang suka meneror penduduk setempat, berdiam diri atau berlindung di sekitar Pine Barrens. Selain itu, suasana tempatnya yang mencekam disertai dengan serangan burung pinus dan beberapa penampakan beruang atau burung bangau, mungkin menjadi awal dari kisah tentang legenda Jersey Devil.

Legenda ini dibuat sebagai cerita menakutkan yang terkadang digunakan untuk menakuti dan menghibur anak-anak di daerah tersebut.

Sosiolog medis bernama Robert E. Bartholomew, menjelaskan bahwa banyak penampakan makhluk ini yang terjadi pada tahun 1909 dapat dikaitkan dengan histeria massa yang dipicu oleh legenda setempat. 


Penampakan yang dilaporkan, disertai dengan penyerangan, tidak lebih dari kesalahan identifikasi hewan yang sudah dikenal. 

Orang skeptis mengatakan sangat sulit untuk mengidentifikasi makhluk yang tidak memiliki bukti foto, tulang ataupun bukti apapun yang bisa ditemukan untuk membuktikan keberadaan makhluk ini.

Profesor Bralhopf mengatakan "Jejak kakinya dibuat oleh beberapa hewan prasejarah dari periode Jurasik". 


Dia percaya bahwa makhluk itu bertahan hidup dengan tinggal di gua bawah tanah.

Seorang ahli dari Smithsonian Institute, memiliki sebuah teori tentang makhluk purba yang masih hidup di bawah tanah. 


Dia juga mengatakan bahwa Jersey Devil adalah pterodactyl. Sedangkan, Academy of Natural Science tidak dapat menemukan catatan tentang makhluk hidup ataupun yang sudah punah, yang bentuknya menyerupai Jersey Devil.

(Sumber : Wikipedia)

No comments:

Post a Comment